Heading News

13 Aug 2017 08:42

Awal Musim Tanam I Daerah Irigasi Sistem Kedungombo 15 September 2017

Kudus(11/8) - Babak baru pelaksanaan Musim Tanam (MT) I Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo tahun 2017/2018 sudah dimulai. Rapat alokasi air yang tujuan utamanya menentukan waktu awal pelaksanaan MT I tahun 2017/2018 pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2017 bertempat di Balai PU SDA TARU Serang Lusi Juana telah diselenggarakan. Rapat Alokasi Air kali ini selain dihadiri dari P3A Sistem Kedungombo, Instansi Dinas PU dan Pertanian Kabupaten wilayah layanan Sistem Kedungombo juga dihadiri oleh perwakilan TNI dan Polri di wilayah Sistem Kedungombo. TNI diundang karena berkaitan dengan ketahanan pangan yang dicanangkan dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo, TNI ditunjuk untuk membantu ikut mengawal kegiatan pertanian di Indonesia.

Rapat pembahasan awal Musim Tanam I tahun 2017/2018 ini berbeda dengan tahun – tahun terdahulu, jika biasanya diselenggarakan di Bakorwil I Pati, untuk rapat kali ini diselenggarakan di Balai PU SDA TARU Serang Lusi Juana, hal itu disebabkan mulai tahun 2017 keberadaan Bakorwil I telah dihapuskan. Meskipun begitu hasil rapat ini tidak berkurang fungsi dan gunanya sedikitpun dalam penetuan awal musim tanam I tahun 2017/2018 Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo.

Penentuan awal Musim Tanam I tahun ini berlangsung cukup alot. Hal ini disebabkan pada tahun 2017 ini merupakan tahun ke dua pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Jaringan irigasi Sistem Waduk Kedungombo Multiyears Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Mayoritas petani dalam hal ini Petani Perkumpulan Pemakai Air (P3A) menghendaki untuk pelaksanaan MT I Tahun 2017/2018 dapat dimulai bulan September 2017, Sedangkan dari pihak BBWS Pemali Juana dalam hal ini penyedia jasa pekerjaan rehabilitasi jaringan menghendaki waktu pengeringan yang cukup untuk pekerjaan perbaikan saluran irigasi. Bukan tanpa alasan petani meminta pengajuan pelaksanaan MT I. pada tahun 2017 kemarin ketika awal MT I dilaksanakan pada bulan Oktober mayoritas petani mengalami kerugian yang tidak sedikit. Kerugian ini disebabkan pada tahun 2017 musim kemarau bersifat basah atau nyaris tidak ada musim kemarau sehingga awal MT I D.I. Sistem Kedungombo berbarengan dengan sawah tadah hujan. Karena berbarengan inilah ketika panen yang relative waktu bersamaan menyebabkan jumlah gabah dipasaran meningkat sehingga harganya murah.

Dari pihak BBWS Pemali Juana juga mempunyai alasan yang kuat untuk meminta waktu pengeringan sampai bulan oktober. Mulai dari masih banyaknya lokasi pekerjaan yang harus diselesaikan padahal waktu kontrak mereka hanya menyisakan tahun depan.

Kepala Balai PU SDA TARU Serang Lusi Juana, Ir. Rahman Wahyu Adi Kartika, Sp.1 dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pembahasan awal MT I Tahun 2017/2018 ini semua pihak harus mengedepankan kepentingan umum dan menanggalkan ego masing – masing. “Kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Sistem Waduk Kedungombo sangat penting untuk meningkatkan layanannya, sedangkan keberhasilan Musim Tanam juga tidak kalah pentingnya dalam peningkatan ketahanan pangan” jelasnya.

Pada Daerah Irigasi Sistem Waduk Keungombo terdapat beberapa Daerah Irigasi yang tergenang pada waktu musim penghujan. Hal itu diungkapkan oleh Wahyudi Purnomo, ST Kaur Teknik TP-OP Balai PU SDA TARU serang Lusi juana pada saat memaparkan ketersediaan air Waduk Kedungombo. “ Daerah Irigasi Klambu Kanan dan Klambu Wilalung terdapat daerah genangan yang bila dipaksakan awal MT I pada Bulan Oktober dikhawatirkan tidak dapat Panen Maksimal” paparnya. Lebih lanjut Wahyudi menambahkan meskipun begitu tidak serta merta kedua daerah irigasi mengawali musim tanam pada awal September karena daerah tersebut juga terdapat pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi.

Alasan berbeda dikemukakan Ketua IP3A DI sedadi, M. Lehar, yang mengungkapkan apabila awal MT I 2017/2018 ini dimulai pada bulan oktober, dikhawatirkan akan mengulalang kejadian tahun sebelumnya. “Tahun 2017 wilayah DI sedadi mengalami kerugian yang tidak sedikit dari akibat bersamaannya panen dengan daerah tadah hujan” jelasnya. M. Lehar meminta BBWS Pemali Juana untuk memacu penyedia jasanya untuk menyelesaikan pekerjaan dan bukan malah mengorbankan petani.

BBWS Pemali Juana menjelaskan bahwa mereka telah memacu pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi ini bahkan pekerjaan hampir selalu dilaksanakan 24 jam setiap harinya atau 3 shif. “Volume pekerjaan yang harus kami kerjakan masih cukup banyak, apabila waktu pengeringan kurang dari 3 bulan kami khawatir target kami tidak tercapai” jelas Kasatker PJPA BBWS Pemali Juana, Dyah Perdhani ST, MT.

Akhirnya melalui diskusi yang cukup alot disepakati bahwa Awal Musim tanam I untuk Daerah irigasi Sidorejo, Klambu Kiri dan DI. Sedadi Hilir pada 1 Oktober 2017, sedangkan untuk DI. Klambu Kanan, DI Klambu Wilalung dan sebagian DI Sedadi Wilayah Sal. Sek. Pengkol dimulai tanggal 15 September 2017.

Disamping itu rapat juga menyepakati bahwa pada tanggal dimulainya MT I, air sudah siap di pintu pengambilan pada tiap-tiap Bendung. Sedangkan point lain yang disepakati bahwa kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi satu hari sebelum mulai pelaksanaan MT I 2017/2018 kondisi saluran irigasi sudah bersih dari material dan alat konstruksi sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pengaliran air. (yudi-OP)

"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna
Close