Heading News

11 Feb 2016 08:04

Tutup Tanam MT II 2015/2016 Daerah Irigasi Sistem KDO Tanggal 31 Maret 2016

Kudus (10/2) - Memasuki bulan Februari tahun 2016 beberapa Daerah Irigasi (DI) mulai melaksanakan panen Musim Tanam (MT) I. Memang sesuai rencana pola tanam yang telah disepakati untuk DI Sidorejo, DI. Sedadi, DI. Klambu Kanan, DI. Klambu Wilalung dan DI Klambu Kiri melaksanakan panen pada bulan Februari ini.

Hal ini cukup melegakan karena pada awal MT I bulan September-Oktober tahun kemarin banyak kendala yang dihadapi mulai dari musim kemarau yang cukup panjang, beberapa kali release air dari Kedungombo terganggu karena turbin PLTA yang rusak serta sistem gilir air yang kurang maksimal.

Namun demikian memasuki MT II ini beberapa areal irigasi terlihat tidak siap melaksanakannya terutama di daerah Wedung yang mendapat aliran air dari saluran sekunder Wedung 2, Wedung 3 dan Wedung 4 Daerah Irigasi Klambu Kiri, umur tanamannya kurang dari 2 bulan dan diperkirakan baru panen pertengahan bulan April 2016.

Menyikapi hal tersebut Balai PSDA Serang Lusi Juana (Seluna) mengadakan rapat evaluasi pelaksanaan MT I dan persiapan MT II tahun 2015/2016 Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo. Rapat yang diselenggarakan di ruang rapat Balai PSDA Seluna tanggal 10 Februari 2016 itu mengundang semua yang berkepentingan dengan Waduk Kedungombo. Mulai dari Dinas Pengairan & Dinas Pertanian Kabupaten, P3A Daerah Irigasi Sistem Kedungombo, PSDA Prov. Jateng dann BBWS Pemali Juana.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana, Kepala seksi OP Cuk Sunaryono,ST,MT mengungkapkan pentingnya rapat koordinasi alokasi air ini untuk menentukan kebijakan kedepan. “kami meminta kerjasama semua pihak agar pelaksanaan MT II 2015/2016 nanti dapat berjalan dengan baik “ imbuhnya.

Pada sambutan sekaligus paparan mewakili kepala Dinas PSDA Prov. Jateng, Koordinator Seksi OP Irigasi Dinas PSDA Prov. Jateng Nurwanto,ST,MT menyampaikan bahwa sebagian besar waduk di Jawa Tengah berada di bawah elevasi rencananya. “sebagian besar waduk di Jawa Tengah berada di bawah rencana termasuk Kedungombo” ungkapnya.

Apa yang disampaikan Nurwanto,ST,MT dikuatkan oleh paparan ketersediaan air Waduk Kedungombo yang disampaikan staf seksi OP BPSDA Seluna Wahyudi Purnomo,ST. Menurut pengamatannya, elevasi Waduk Kedungombo mencapai titik terendah setelah tahun 2006/2007. “setelah hampir dari 10 tahun ini adalah elevasi terendah, namun kita mengharapkan tren elevasi akan mengikuti tahun 2009/2010 dimana walaupun pada bulan Februari tidak sesuai rencana namun pada bulan Mei mampu mendekati elevasi puncak” jelasnya.

Wahyudi menambahkan bahwa menurut perhitungan ketersediaan air per tanggal 9 Februari 2016, Waduk Kedungombo dengan release minimal 50 m3/det selama 24 jam dapat melayani sampai 27 hari, sedang dengan release maksimal 80 m3/det hanya dapat 17 hari. “Puncak Curah hujan menurut BMKG adalah bulan Februari, ini harus dimanfaatkan untuk mengisi waduk, sehingga volumenya bisa maksimal, dan untuk pelaksanaan awal MT II ini mohon memaksimalkan air hujan” tambahnya.

Pada kesempatan selanjutnya Ketua Federasi P3A sistem Kedungombo, Kaspono menghimbau untuk daerah yang tidak mampu tutup tanam MT II tanggal 31 maret 2016 untuk tidak melanjutkannnya karena dikhawatirkan air dari Waduk Kedungombo tidak mampu mencukupi kebutuhannya. “tutup tanam MT II melebihi tanggal 31 maret 2016 resiko tolong ditanggung sendiri” ungkapnya.

Akhirnya rapat mengambil 4 kesimpulan yaitu 1) Dikarenakan volume tampungan yang masih jauh dari rencana, release air irigasi dari Waduk Kedungombo selama bulan Februari 2016 tidak dilayani; 2) Tutup tanam MT II tahun 2015/2016 Daerah Irigasi Sistem Kedungombo paling lambat tanggal 31 Maret 2016; 3) Untuk daerah Wedung diharapkan konsentrasi menyelesaikan MT I 2015/2016, sedangkan MT II 2015/2016 menunggu ketersediaan air Waduk Kedungombo bulan Maret 2016; 4) Untuk rencana penutupan release irigasi dari Waduk Kedungombo lebih lanjut dibahas kembali pada rapat bulan Mei 2016. (yud/op)

"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna
Close