Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Rilis Air Irigasi Waduk Kedungombo Dihentikan 15 Juni 2015, Awal MT I 2015/2016 1 September 2015
Pati (27/5) - Pada akhir bulan Mei 2015 beberapa Daerah Irigasi (DI) pada Jaringan Irigasi Sistem Waduk Kedungombo memasuki akhir Musim Tanam (MT) II tahun 2014/2015. Berdasarkan pola tanam yang telah disepakati pada tahun 2014 seharusnya awal Juni tahun ini MT II sudah berakhir. Namun melihat pantauan di lapangan masih ada tanaman padi yang masih berusia muda.
Menyikapi hal tersebut Balai PSDA Serang Lusi Juana bekerja sama dengan Bakorwil I Pati pada tanggal 27 Mei 2015 mengadakan rapat koordinasi alokasi air. Rapat yang dilaksanakan di Bakorwil I itu mengundang IP3A dan GP3A di wilayah Jaringan Irigasi Sistem Waduk Kedungombo mulai dari DI. Sidorejo, DI. Sedadi, DI. Klambu Kiri, DI. Klambu Kanan dan DI. Klambu Wilalung. Selain itu Dinas Pengairan dan Pertanian di wilayah sistem Kedungombo juga diundang. Dalam rapat ikut hadir dari BBWS Pemali Juana, Dinas PSDA, Dinas Pertanian Prov. Jateng dan dari Bappeda Jawa Tengah.
Rapat koordinasi alokasi air yang mengambil tema Rencana Pengeringan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sistem Waduk Kedungombo dalam menghadapi masa tanam menghandirkan tiga narasumber. Pada kesempatan paparan pertama Sulistyowati, SP dari BMKG jawa Tengah memaparkan bahwa di wilayah Bakorwil I musim kemarau akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus sampai September. �Awal musim kemarau sekitar pertengahan bulan Mei dan puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan pada bulan Agustus sampai September.� paparnya. Ditambahkannya bahwa tren musim penghujan tahun 2015 akan relative sama dengan tahun 2014 sekitar pertengahan November sampai awal Desember.
Ir. Iriandi Azwartika, SP dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana pada giliran paparan yang kedua menyampaikan bahwa kondisi jaringan irigasi Sistem Waduk Kedungombo sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. �Kerusakan terjadi sudah cukup parah sehingga mempengaruhi kapasitas tampung debit yang dialirkan� jelasnya. Lebih lanjut pria yang kesehariannya menjabat sebagai Kabid PJPA BBWS Pemali Juana menambahkan bahwa kerusakan ini lebih banyak disebabkan umur bangunan yang sudah mencapai seperembat abad selain kondisi tanah di bawah bangunan yang cenderung expansif. �Faktor manusia juga ikut mendukung kerusakan saluran, pembangunan corongan liar serta pembuangan drainase ke saluran memperparah kestabilan tanggul dan sedimentasi saluran�tambahnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ir. Iriandi menyampaikan bahwa BBWS Pemali Juana mempunyai program rehabilitasi jaringan irigasi sistem Waduk Kedungombo selama 4 tahun terhitung dari tahun 2015 sampai 2018. �Kami minta dukungan masyakat dalam hal ini petani, agar pembangunan yang tujuannya mengembalikan fungsi dari jaringan irigasi ini dapat berjalan sesuai dengan harapan.�tambahnya.
Pada kesempatan paparan terakhir narasumber dari BPSDA Serang Lusi Juana, Wahyudi Purnomo, ST menyampaikan bahwa walapun secara umum tanaman padi pada MT II telah berumur 2 bulan ke atas tapi ternyata masih ada sekitar 7 % luasan tanaman yang berumur kurang dari 1 bulan dan pastinya tidak akan siap bila penutupan rilis air irigasi jadi tanggal 1 Juni 2015. �Lebih dari 4.000 ha luasan tanaman dari sekitar 62.000 ha luasan irigasi sistem waduk Kedungombo berumur muda, apabila penutupan jadi tanggal 1 Juni 2015 dan tidak ada penyelamatan hampir dipastikan mereka gagal panen�ungkapnya.
Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan berdasarkan perhitungan ketersediaan air irigasi, Waduk Kedungombo diperkirakan akan mampu melayani sampai 3 bulan ke depan. �Apabila sesuai rencana semula awal MT I 2015/2016 dimulai tanggal 1 September 2015, maka minimal penghentian pelayanan air irigasi adalah tanggal 15 Juni 2014. Sehingga air akan mencukupi minimal pada awal bulan Desember.� paparnya.
Akhirnya setelah mempertimbangkan semua usulan dan pendapat dari seluruh IP3A Sistem Waduk Kedungombo, rapat alokasi air yang dimoderatori Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana, Ir. Noviyanto, Sp.1 ditutup dengan menghasilkan 6 butir keputusan:
1. Musim Tanam II Tahun 2014/ 2015 distribusi air Irigasi dari Waduk Kedungombo di tutup mulai Tanggal 15 Juni 2015 jam 06.00 WIB 2. Untuk penyelamatan tanaman yang masih membutuhkan air pada daerah Wedung, Hilir Klambu Kanan, Pulutan Sedadi akan digelontorkan air sampai dengan tanggal 1 Juli 2015 sesuai debit yang dibutuhkan 3. Untuk tanaman palawija atau lainnya di Musim Tanam III 2014/2015 tidak akan dilayani kebutuhan airnya dari Waduk Kedungombo 4. Secara umum awal Musim Tanam I Tahun 2015/2016 di mulai tanggal 1 September 2015, kecuali untuk DI. Sidorejo di mulai tanggal 1 Oktober 2015, untuk ketersediaan air akan dievaluasi pada akhir bulan Agustus 2015 5. Distribusi air irigasi untuk Masa Tanam I Tahun 2015/2016 dari Waduk Kedungombo dimulai pada tanggal 1 September 2015 jam 06.00 WIB menurut jadwal MT yang disepakati 6. Semua pekerjaan konstruksi pada jaringan irigasi sistem waduk kedungombo harus sudah selesai akhir Agustus 2015. (Yud/OP)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











