Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Wacana Rilis Air Irigasi Dari Waduk Kedungombo Dihentikan Bulan Juni 2015
Kudus-Pada pertengahan bulan Januari beberapa daerah irigasi sistem Waduk Kedungombo telah mulai panen padi. Memang sesuai kesepakatan pola tanam daerah irigasi sistem Waduk Kedungombo tahun 2014/2015, bulan Januari merupakan akhir Musim Tanam (MT) I, kemudian awal musim tanam II dimulai bulan Pebruari dan tutup tanam akhir Maret.
Mengevaluasi pelaksanaan MT I dan persiapan MT II tahun 2014/2015, Balai PSDA Serang Lusi Juana selaku pengelola jaringan sistem Kedungombo mengundang Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta instansi yang terkait. Dari unsur P3A sistem waduk Kedungombo mulai dari Sidorejo, Sedadi, Klambu Kanan, Klambu Wilalung dan Klambu Kiri serta dari unsur instansi pemerintah adalah perwakilan dari Dinas Pengairan dan Pertanian Kabupaten meliputi Grobogan, Demak, Kudus, Pati serta Jepara.
Dalam rapat yang diadakan hari Rabu tanggal 11 Pebruari 2015 di Ruang Sidang Gunungrowo Balai PSDA Serang Lusi Juana beberapa perwakilan P3A mengharapkan agar pelaksanaan MT II nantinya dapat berjalan lebih baik. Ketua Federasi P3A sistem Kedungombo, Kaspono mengungkapkan bahwa semua pihak harus ikut membantu untuk kelancaran MT II nantinya. �Sudah ada kesepakatan pola tanam itu yang jadi acuan, kalau waktunya tanam ya tanam sehingga akhir MT tidak molor seperti tahun � tahun sebelumnya� harap Kaspono. Lebih lanjut pria yang mudah dikenali karena seluruh rambutnya telah memutih ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan MT II ini harus lebih dipercepat jika biasanya akhir MT adalah awal Juli, untuk tahun ini diusahakan awal Juni harus sudah selesai.
Harapan Kaspono bukannya tanpa alasan, berdasarkan perhitungan ketersediaan air yang dipaparkan pimpinan rapat yang juga Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana, Ir. Novianto, Sp.1 bahwa saat ini elevasi Kedungombo di level 85,02 m dengan volume 507,076 juta m3, secara matematis tanpa memperhitungkan inflow air dari Waduk Kedungombo setelah dikurangi MOL irigasi dan kehilangan air hanya akan mampu melayani 2 sampai 3 bulan. �Sebenarnya untuk aman MT II air Kedungombo adalah di level 86,00 m, ini tergantung P3A bila ingin menyelamatkan MT II sekaligus MT I tahun 2015/2016 pola tanam wajib dipenuhi� jelas Novianto disela � sela paparan.
Kepala Balai yang berasal dari Karanganyar Solo ini menambahkan bahwa kondisi jaringan irigasi sistem Kedungombo saat ini kerusakannya cukup signifikan. �Kerusakan jaringan irigasi sudah mengkhawatirkan, perlu waktu yang agak lama untuk memperbaikinya� ungkapnya. Lebih lanjut Novianto mengharapkan agar penutupan Waduk Kedungombo untuk irigasi dapat direalisasikan awal Juni sehingga dengan waktu yang kurang lebih 3 bulan antara Juni sampai Agustus, perbaikan jaringan irigasi dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat manfaat.
Rapat yang turut dihadiri beberapa perwakilan WISMP dari Jakarta yang datang untuk memantau pelaksanaan alokasi air di DAS Serang � Lusi ini berhasil mencapai beberapa kesepakatan yaitu Awal Musim Tanam II Tahun 2014/2015 di mulai tanggal 1 Pebruari 2015, Akhir Musim Tanam II tahun 2014/2015 tanggal 31 Mei 2015, Distribusi air Irigasi untuk Musim Tanam II Tahun 2014/2015 dari Waduk Kedungombo rencananya akan ditutup pada tanggal 1 Juni 2015 jam 06.00 WIB serta untuk Musim Tanam III Tahun 2014/2015 tidak ada distribusi air dari Waduk Kedungombo.
Kesepakatan ini nantinya akan dievaluasi lagi menjelang berakhirnya MT II tahun 2014/2015 atau menjelang penutupan air irigasi dari Waduk Kedungombo sekitar bulan Mei 2015. (yud/op)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











