Heading News

17 Jun 2014 09:24

KDO tutup 15 Juni 2014, MT I 2014/2015 mulai 1 September 2014.

Pati-Memasuki akhir musim tanam (MT) II tahun 2013/2014 Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo, Balai PSDA Serang Lusi Juana yang merupakan penanggungjawab dalam pembagian irigasi dalam sistem ini mengadakan Rapat Koordinasi Alokasi Air. Rapat yang berlangsung pada hari Selasa tanggal 17 Juni 2014 di Bakorwil I Pati ini dihadiri semua perwakilan IP3A di wilayah Daerah Irigasi waduk terbesar di Jawa Tengah ini. Turut diundang juga dalam rapat perwakilan dari Dinas Pengairan & Dinas Pertanian Kab./Kota di wilayah Waduk Kedungombo mulai dari Kab. Kudus, Demak, Grobogan, Pati dan Jepara.

Kepala Bakorwil I Pati dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Pembangunan Drs. Totok Handoko. HM, MH menyampaikan bahwa sebenarnya dari tahun ke tahun permasalahan jaringan irigasi Kedungombo adalah selalu sama tapi anehnya penyelesaiannya tidak kunjung tuntas. �Permasalahan selalu sama setiap tahun, Kebijakan Pemerintah Kab./Kota ikut mempengaruhi penuntasan masalah Kedungombo� ungkapnya. Lebih lanjut Totok Handoko menjelaskan permasalahan pompa, pengambilan air dengan corongan liar serta ketidaktaatan petani dalam mematuhi Rencana Tata Tanam yang telah disepakati adalah permasalahan klasik yang selama ini dihadapi.

Sementara itu Kepala Seksi OP BPSDA Seluna Cuk Sunaryono, ST, MT dalam paparannya mengenai ketersediaan air waduk Kedungombo untuk persiapan MT II mengungkapkan bahwa areal seluas 1.900 Ha di daerah Wedung D.I. Klambu Kiri dan areal seluas 255 Ha di daerah Poncomulyo D.I. Klambu Kanan mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan MT II tahun 2013/2014. �Umur padi dua daerah tersebut masih berumur 1 � 2 bulan sehingga masih butuh air minimal sampai pertengahan bulan Juli 2014 � Jelasnya. Masih dalam paparannya Kepala Seksi OP yang baru bulan Maret 2014 menjabat itu menjelaskan bahwa ketersediaan air Waduk Kedungombo sampai pada tanggal 16 Juni 2014 cukup mengkhawatirkan pada level +86.57 m. �Volume waduk pada level ini bila dikurangi dengan MOL (Minimum Operation Level) irigasi, kebutuhan air baku serta perkiraan kehilangan air menunjukan angka 429,000 Juta M3, bila direlease dengan debit 50 m3/det secara terus menerus selama 24 Jam hanya akan mencukupi sekitar 99 hari artinya bila awal MT. I tahun 2014/2015 dimulai 1 September berarti awal bulan Desember stok air irigasi Kedungombo sudah tidak ada�. Paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku Dinas PSDA Prov. Jawa Tengah Ir. Lukito, Sp.1 menyampaikan pentingnya pengeringan jaringan untuk pemeliharaan jaringan irigasi. �Perbaikan jaringan tidak dimungkinkan apabila kondisi saluran terus menerus dialiri air, padahal kondisi fisik jaringan irigasi setiap tahun akan mengalami penurunan bila tidak diperbaiki� jelasnya.

Pada sesi diskusi, rapat yang di moderatori oleh Rival Gautama, ST, MT dari Bakorwil I Pati terjadi cukup ketegangan. Salah satunya Kahono yang merupakan Ketua GP3A Wedung menyampaikan bahwa seluas 1.900 Ha tanaman padi di daerahnya butuh penyelamatan. �Kami minta toleransi agar daerah kami tetap dialiri sampai 15 Juli 2014 karena tanaman padi kami masih berumur kurang dari 2 bulan� ujarnya. Sementara itu Ketua Federasi P3A Waduk Kedungombo Kaspono mengatakan bahwa toleransi � toleransi yang selama ini menjadi bagian dari hasil kesepakatan harus dihilangkan karena dari tahun ke tahun masalah sama dan di daerah yang sama pula.�Harus ada ketegasan karena bila dituruti terus menerus akan semakin merusak sistem irigasi di Waduk Kedungombo� Tegasnya.

Sementara itu dengan mempertimbangkan luasan areal irigasi yang butuh penyelamatan dan ketersediaan air irigasi di Waduk Kedungombo serta disetujui peserta rapat, Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana Ir. Noviyanto, Sp.1 memberikan kebijakan tentang penyelamatan areal wedung akan dilakukan sampai tanggal 15 Juli 2014. � Pada tanggal 15 Juni 2014 sampai akhir Juni kami tetap mengalirkan air irigasi dengan debit 5 m3/det setiap harinya, kemudian dari awal Juli akan dialirkan 5 hari sekali dengan debit yang sama� jelasnya.

Rapat yang berlangsung cukup alot ini akhirnya menghasilkan 4 butir kesepakatan yaitu untuk Musim Tanam II Tahun 2013/ 2014 distribusi air Irigasi dari Waduk Kedungombo ditutup mulai Tanggal 15 Juni 2014 jam 17.00 WIB, Awal Musim Tanam I Tahun 2014/2015 dimulai tanggal 15 September 2014, kecuali untuk DI. Klambu Kanan & DI. Klambu Wilalung dimulai tanggal 1 September 2014, untuk ketersediaan air akan dievaluasi pada akhir bulan Agustus 2014, Distribusi air Irigasi untuk Masa Tanam I Tahun 2014/2015 dari Waduk Kedungombo dimulai pada tanggal 1 September 2014 jam 06.00 WIB, serta terakhir mengenai penyelamatan MT II Tahun 2013/2014 untuk daerah Wedung dilaksanakan sampai dengan tanggal 15 Juli 2014.(yud/op)

"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna
Close