Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Rakor Penanganan Paska Banjir Seluna
Kudus, Balai PSDA Seluna pada tanggal 11 Maret kemaren telah melaksanakan rakor yang diikuti oleh personil dari BBWS Pemali Juana, Dinas PSDA Jateng, Pemkab.Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan Grobogan sebagai salah satu bentuk penanganan paska banjir Januari 2014 lalu yang melanda sebagian Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Jepara. Dalam acara tersebut setiap personil diberikan kesempatan untuk menyampaikan daftar lokasi-lokasi prasarana pengendali banjir yang rusak dan mana-mana yang sudah dapat ditangani perbaikannya.
Dalam kesempatan itu Sdr.Mukayin dari Pemkab.Jepara menyampaikan bahwa kerusakan prasarana yang ditimbulkan akibat bencana banjir kemaren sangat besar, di sepanjang S.Mayong saja terdapat 20 titik tanggul rusak belum di sungai-sungai lain yang semuanya berhulu di G.Muria. Sebagiannya sudah ditangani tetapi masih bersifat darurat, untuk permanen masih dalam perencanaan dan tidak semua dapat ditangani oleh Pemkab. untuk itu diharapkan bantuannya dari Dinas PSDA Jateng dan BBWS Pemali Juana terutama untuk sungai-sungai besar seperti SWD.1 dan SDW.2 karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
Seperti Jepara, semua Pemkab yang hadir juga menyampaikan daftar kerusakan dan bantuan penangannya kepada BBWS dan Dinas PSDA, Sdr.Pramono dari Kudus meminta bantuannya untuk penanganan di S.Logung, Piji, dan Dawe walaupun dari Pemkab sudah menangani dengan konstruksi permanen akan tetapi tidak semua dapat ditangani, karena banyaknya lokasi kerusakan.
Dari Dinas PSDA Jateng Sdr.Joko memaparkan telah melaksanakan penanganan sebagian di S.Piji, dan telah merencanakan di S.Logung, dan Dawe, selain itu Joko juga mengharap dilaksanakan survai bersama antara BBWS, Dinas PSDA, dan Pemkab agar tidak ada titik kerusakan yang terlewatkan penangannya atau justru overlap.
Seluruh Koperbal Balai PSDA Seluna tidak mau ketinggalan untuk menyampaikan permasalahan penanganan paska banjir dari sungai-sungai yang berhulu di G.Muria, tak terkecuali Sdr.Darmintahaji dari Koperbal Lusi, bersama dengan personil dari Grobogan Sdr.Slamet Setiono mengungkapkan bahwa sepanjang S.Lusi terdapat beberapa tebing kritis yang mengancam keamanan pemukiman dan prasarana umum, untuk itu mereka mengharap ada segera penanganan dari BBWS Pemali Juana karena biayanya cukup besar.
Mendapat pengajuan bantuan dari peserta diskusi, petugas BBWS Pemali Juana Sdr.Harimawan dan Teguh menjelaskan, bawah BBWS telah mulai melakukan penanganan paska banjir kemaren di antaranya beberapa titik di SWD.1, SWD.2, dan S.Logung. Untuk titik-titik lainnya masih memungkinkan untuk ditangani BBWS setelah ada survai bersama. Untuk penanganan yang besar BBWS akan melanjutkan normalisasi S.Juwana sampai ke Pintu Banjir Wilalung dan JU.2 yang melintasi Ds.Kasiyan Pati. Masih menurut Sdr.Teguh normalisasi S.Juwana belum sepenuhnya dapat meniadakan banjir di kawasan ini, diperlukan sudetan S.Juwana ke Laut Jawa dan beberapa kolam retensi yang membutuhkan biaya dan lahan yang cukup luas. Menjawab kegalauan warga di sekitar S.Lusi, BBWS telah merencanakan penanganan Sub DAS Lusi secara menyeluruh, mulai dari perbaikan prasarana di sepanjang S.Lusi sampai pada anak-anak sungainya.
Lebih lanjut BBWS menjelaskan, penanganan S.Lusi berbeda dengan penanganan S.Juwana. di Lusi akan difokuskan untuk menahan air hujan pada penampungan-penampungan buatan berupa embung/waduk kecil dan pembuatan cekdam di hulu sungai untuk menahan laju erosi. Diskusi berakhir jam 12:30 dan diakhiri dengan menyusun kesepakatan penanganan dan kesimpulan untuk ditindaklanjuti, dilanjutkan makan bersama.(jat-dbase)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











