Heading News

27 Feb 2014 13:49

Areal Sawah Kurang Lebih 1.800 Ha Masih Tergenang Banjir

Kudus-Bencana banjir yang melanda beberapa kawasan di daerah pantura diantaranya Pati, Kudus, Demak & Jepara akhir Januari sampai awal Pebruari tahun 2014 ini berdampak sangat luas di masyarakat. Selain bidang transportasi yang lumpuh akibat genangan banjir, bidang pertanian ikut merasakan dampak banjir tersebut. Hal itu terungkap pada rapat koordinasi Alokasi air sistem Waduk Kedungombo yang diselenggarakan di Balai PSDA Serang Lusi Juana pada tanggal 25 Pebruari 2014 dan dihadiri seluruh perwakilan P3A di wilayah Daerah Irigasi Sistem Kedungombo serta dipimpin langsung Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana (Seluna) Ir. Noviyanto, Sp.1.

Pada Rapat yang membahas tentang evaluasi Masa Tanam (MT) I Tahun 2013/2014 dan Ketersediaan Air Waduk Kedungombo untuk kebutuhan MT II Tahun 2013/2014 itu tercatat areal seluas 9.510 Ha yang meliputi 1.957 Ha di Daerah Irigasi (DI) Klambu Kiri; 4.187 Ha DI. Klambu kanan serta 3.366 Ha di wilayah DI. Klambu Wilalung tergenang banjir. Bahkan ada areal seluas 1.800 Ha di DI. Klambu Wilalung sampai saat ini masih tergenang banjir. Ketua IP3A Klambu Wilalung yang juga Ketua Federasi P3A Sistem Waduk Kedungombo Kaspono mengatakan bahwa areal yang masih tergenang banjir sampai saat ini adalah areal pertanian yang selama ini merupakan daerah genangan yang tiap tahun tergenang saat musim penghujan. �Areal DI. Klambu Wilalung yang masih tergenang berada di wilayah desa Karangrowo, Jongso serta Ngemplak, areal ini memang hanya mempunyai ketinggian � 3.00 � 4.00 di atas permukaan laut sehingga akan terjadi genangan saat musim penghujan� Jelas Kaspono.

Sementara itu Ir. Noviyanto, Sp.1 pada paparan ketersediaan air Waduk Kedungombo memperkirakan air Waduk Kedungombo dengan elevasi saat ini (tanggal 25-02-2014) setinggi 85.50 m tanpa inflow hanya akan mampu bertahan 2 bulan dengan release 50 � 60 m3/det selama 24 jam. � Kami tidak bosan-bosannya menghimbau kepada P3A untuk mentaati pola tanam yang telah disepakati, sehingga ketersediaan air Kedungombo yang hanya 2 bulan ini cukup � tambahnya.

Rapat Koordinasi Alokasi Air yang untuk pertama kalinya dihadiri perwakilan dari GP3A DI. Lanang memutuskan untuk akhir MT II 2013/2014 daerah irigasi sistem Kedungombo disesuaikan dengan jadwal pola tanam yang telah disepakati pada tanggal 15 Juni 2013 dan untuk release air Waduk Kedungombo guna mencukupi kebutuhan MT II 2013/2014 adalah sebesar 50 m3/det

Menyinggung dengan adanya beberapa Daerah Irigasi yang mengalami keterlambatan awal MT II 2013/2014 yang diakibatkan bencana banjir, Ir. Noviyanto, Sp.1 menjelaskan akan memberikan toleransi khusus sepanjang tidak menggangu kegiatan perbaikan jaringan yang akan dimulai bulan Juli mendatang. (iyut/OP)

"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna
Close