Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Dua Bulan MT I 2013/2014 Berjalan, Belum Semua Daerah Irigasi Tutup Tanam
Kudus - Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo telah memulai Masa Tanam (MT) I tahun 2013/2014 pada tanggal 1 September 2013. Pelaksanaan di lapangan tentunya terdapat beberapa kendala atau masalah yang mengiringinya sehingga diperlukan adanya evaluasi pelaksanaan. Untuk itu Balai PSDA Serang Lusi Juana mengundang para pemangku kepentingan Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo yang meliputi Perkumpulan Pemakai Air (P3A) dan perwakilan dinas pengairan serta pertanian kabupaten pada hari Kamis tanggal 30 Oktober 2013 untuk bersama mengadakan rapat koordinasi Alokasi Air Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo.
Pada rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala BPSDA Seluna serta dihadiri perwakilan dari BBWS Pemali Juana dan Dinas PSDA Serang Lusi Juana ada dua fokus evaluasi yang dibahas. Dua fokus evaluasi ini meliputi evaluasi luasan tanaman yang telah di tanam pada MT I tahun 2013/2014 serta evaluasi distribusi airnya. Kepala BPSDA Seluna, Ir. Noviyanto, Sp. 1 dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan kebutuhan air Waduk Kedungombo diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan air untuk MT I tahun 2013/2014 ini, meskipun begitu dirinya mengingatkan kepada seluruh petani di wilayah irigasi sistem Kedungombo untuk selalu melakukan penghematan penggunaan air. �Kalau jumlah air dirasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan disalah satu areal sawah hendaknya pintu-pintu yang mengalirkan air ke areal sawah tersebut ditutup� himbaunya. Lebih lanjut Ir. Noviyanto, Sp. 1 mengatakan bahwa penghematan air ini bertujuan untuk mempertahankan volume Waduk Kedungombo Sebab sejauh ini inflow masih sangat minim.
Selanjutnya paparan ketersediaan air yang biasanya disampaikan Kepala Seksi OP BPSDA Seluna namun berhubung Kasie yang lama telah memasuki masa purna dan belum ada penggantinya, salah satu koordinator Alokasi Air BPSDA Seluna Supiyono, ST didaulat untuk menyampaikan paparan. Pada paparannya, Supiyono, ST menyampaikan bahwa mulai MT I tahun 2013/2014 DI Sidorejo kiri atau biasa disebut DI. Lanang seluas 1900 Ha mulai diperhitungkan dalam kebutuhan air sistem Kedungombo. Areal DI. Lanang ini nantinya akan mengambil air dari Saluran Induk Sidorejo sehingga Supiyono, ST mengharapkan kepada P3A Sidorejo dan koordinator lapangan Bendung Sidorejo untuk dapat bekerjasama sehingga areal daerah irigasi yang baru dibuka tahun ini dapat tercukupi. Kemudian Supiyono, ST juga menjelaskan bahwa memasuki bulan kedua pelaksanaan MT I tahun 2013/2014 air yang sudah direlease dari Waduk Kedungombo mencapai 311,04 Juta M3 atau sudah lebih dari setengah kebutuhan air untuk MT I yaitu 598,07 Juta M3. �Ini perlu menjadi perhatian karena belum semuanya daerah irigasi tutup tanam� tambahnya.
Sementara itu pada evaluasi pelaksanaan MT I tahun 2013/2014 yang dipimpin oleh Ketua FP3A Sistem Kedungombo Kaspono mengatakan, hampir semua Ketua P3A Daerah Irigasi Sistem Kedungombo menyampaikan bahwa daerah irigasinya belum tutup tanam, penyebabnya bermacam-macam seperti telat mendapatkan pasokan air, tidak ada tenaga kerja sampai menghindari hama tanaman. Menyikapi semua itu Kaspono mengatakan bahwa komitmen awal tanam yang sudah disetujui hendaknya ditaati bersama sehingga permasalahan-permasalahan yang akan timbul nantinya dapat diminimalkan. Lebih lanjut Kaspono menginformasikan bahwa karena ada perbaikan turbin di Waduk Kedungombo maka pada tanggal 13 sampai 14 November 2013 release air sementara akan ditutup dari jam 06.00 � 15.30 WIB namun kekurangan pasokan air akan diganti pada malam harinya.
Akhirnya forum rapat mengambil kesepakatan bahwa untuk menghindari tutup tanam yang telat maka kesiapan menjelang awal tanam harus benar-benar dipersiapkan dari rencana pasokan air, kebutuhan tenaga serta peralatan. Sedang untuk kesepakatan kedua adalah penghematan penggunaan air pada areal persawahan. (Yud/OP)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











