Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Rapat Koordinasi Pengelolaan Banjir
Kudus - Banjir merupakan fenomena alam yang pasti hampir terjadi pada setiap musim penghujan. Tidak hanya berdampak kerugian materi saja namun banjir juga menimbulkan dampak psikologis, sosial, ekonomi dan kesehatan. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan untuk mencegah dan mengatasi banjir diantaranya pengendalian banjir secara terpadu dan menyeluruh dengan mengacu pada upaya pembangunan fisik dan sumber daya manusia yang melibatkan semua pihak.
Sejalan dengan langkah tersebut pada hari Rabu 26 Juni 2013, Balai PSDA Serang Lusi Juana menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengelolaan Banjir (Pra, Saat dan Pasca Banjir) tahun 2013 dihadiri oleh Dinas Pengairan Bina Marga dan ESDM, BPDB, Camat dan UPTD Pengairan dari Kabupaten Kudus, Grobogan, Demak, Jepara dan Pati dan para Koperbal se-Wilayah Balai PSDA Seluna, yang bertempat di ruang rapat Gunungrowo.
Dalam sambutan pembukaan Kepala Balai PSDA Seluna Ir. Noviyanto,Sp.1 mengungkapkan ada beberapa faktor penyebab terjadinya bencana banjir, diantaranya kondisi alam yang bersifat statis, seperti kondisi geografi topografi dan karakteristik sungai,kemudian juga faktor alam yang bersifat dinamis, seperti : perubahan iklim (pemanasan) global serta akibat dari ulah dan campur tangan manusia. Sementara itu dalam rapat koodinasi ini selaku moderator diskusi Toto Handoko dari Bakorwil I Pati dengan narasumber Drs. Suroto, M.Si dari BBWS Pemali Juana bidang O dan P. Acara diskusi berlangsung cukup hangat dan menarik. Usai menyimak paparan yang disampaikan narasumber dari BBWS Pemali Juana dan dari Balai PSDA Seluna, beberapa peserta yang mewakili daerah terkena banjir seperti Mijen dan Wedung memanfaatkan momen diskusi ini untuk menyampaikan aspirasi dari warganya serta mempertanyakan dasar pengambilan keputusan dalam pengaturan air banjir di pintu Wilalung. Menanggapi pertanyaan dari peserta diskusi tersebut Kepala Balai PSDA Ir. Noviyanto,Sp.1 selaku pengambil keputusan di lapangan menegaskan bahwa pembukaan pintu banjir Wilalung nomor 10 dan 11 ke sungai Wulan yang mengalirkan debit banjir 1.000 Q/dtk sudah sesuai dengan aturan, karena kemampuan kapasitas maksimal tanggul banjir di wilayah sungai Wulan adalah 1.100 Q/dtk. sementara pintu ke arah sungai Juana berfungsi untuk mengurangi beban banjir sungai Wulan. Meski demikian, lanjut pria yang akrab dipanggil pak Novi itu menambahkan �upaya terbaik dalam menangani banjir di pintu Wilalung terus kami lakukan, diantaranya merencanakan pertemuan tiga pimpinan daerah (Kab. Kudus, Demak dan Jepara-red) untuk duduk bersama guna membahas SOP banjir di pintu Wilalung, agar setiap kali banjir pengambilan keputusan tidak merugikan salah satu daerah� (lek-dbase)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











