Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Awal MT I Dimulai 1 September 2013, Kedungombo Ditutup 15 Juli 2013
Kudus - Awal musim tanam (MT) I tahun 2013/2014 Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo akan dimulai tanggal 1 September 2013. Hal ini merupakan salah satu hasil kesepakatan Rapat Koordinasi Alokasi Air Sistem Waduk Kedungombo yang dilaksanakan hari Selasa tanggal 25 Juni 2013 bertempat di Bakorwil I Pati. Rapat yang dihadiri perwakilan dari Dinas Pengairan & Pertanian Kabupaten Wilayah Kerja BPSDA Serang Lusi Juana, Perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Daerah Irigasi Sistem Waduk Kedungombo, Balai Besar Wilayah sungai (BBWS) Pemali Juana, Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah, Balai PSDA Serang Lusi Juana dan BMKG Provinsi Jawa Tengah dibuka secara resmi dari Kepala Bakorwil I Pati yang diwakili Kabid Pembangunan Bambang Hadi SH, MM. Dalam sambutannya Bambang Hadi menekankan pentingnya mengedepankan kepentingan bersama dalam pengambilan kesepakatan rapat koordinasi ini. �Kami berharap peserta rapat mendahulukan kepentingan bersama dulu dalam pembuatan kesepakatan nantinya� sambutnya. Sementara itu Reni Kraningtyas, SP, M.Si dari BMKG Jawa tengah dalam paparan cuacanya menyatakan bahwa untuk daerah di wilayah Balai PSDA Serang Lusi Juana diantaranya Kudus, Grobogan, Demak, Pati, Jepara, Blora dan Rembang hujan diperkirakan masih akan terjadi sampai bulan Agustus walaupun dalam konsentrasi yang rendah. �Menurut perkiraan kami di wilayah Jawa Tengah bagian timur-utara untuk bulan Juni hujan masih akan turun dalam konsentrasi cukup tinggi, bulan Juli sedang, sedangkan untuk Agustus diperkirakan hujan turun dalam konsentrasi rendah� jelasnya. Reni menambahkan bahwa terjadinya hujan dibulan yang biasanya telah memasuki musim kemarau ini dikarenakan adanya tekanan udara panas dari samudera Hindia yang bergerak ke pulau Jawa sehingga konsentrasi uap air cukup tinggi diatas pulau Jawa yang menyebabkan hujan. �fenomena ini kami perkirakan akan terjadi sampai bulan Agustus, sedang untuk awal musim hujan kami perkirakan tidak mengalami pergeseran antara September � November� tambahnya.
Memperoleh jatah paparan berikutnya Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana Ir. Noviyanto, Sp.1 dalam paparan ketersediaan air menyampaikan bahwa untuk elevasi Waduk Kedungombo pada hari Senin tanggal 24 Juni 2013 berada pada level 90.03 m atau dalam kondisi limpas, pada level ini Waduk Kedungombo dapat menampung air 711.378 m3. Dengan volume ini dikurangi dengan kebutuhan air baku dan kehilangan air diperkirakan Waduk Kedungombo dengan release 60 m3/det selama 24 jam terus menerus tanpa inflow akan mampu melayani kebutuhan irigasi selama 106 hari. Ir. Noviyanto, Sp.1 menambahkan walaupun untuk musim tanam I tahun ini air dari Waduk Kedungombo diperkirakan aman namun para petani pemakai air di daerah irigasi layanan Waduk Kedungombo diharapkan tidak buru � buru memulai tanam karena saluran irigasi membutuhkan pengeringan untuk pemeliharaan Jaringan. �Pemeliharaan saluran irigasi adalah sangat penting untuk pelayanan irigasi yang optimal, oleh Sebab itu kami mengharap pengeringan dapat dilakukan Seperti tahun � tahun sebelumnya minimal 1.5 bulan untuk memberikan kesempatan pekerjaan pemeliharaan saluran� tambahnya. Menyambung paparan yang disampaikan Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana, Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah yang pada kesempatan itu diwakili Kepala Bidang Irigasi & Air Baku, Ir. Lukito, Sp.1 menyampaikan bahwa kesepakatan rapat yang dihasilkan nantinya harus ditaati oleh semua pihak yang berhubungan dengan irigasi sistem Waduk Kedungombo. �Kami berharap kesepakatan ini ditaati bersama, bukannya malah sepakat untuk tidak mentaati kesepakatan� harapnya. Ir. Lukito, Sp.1 juga mendukung pernyataan Ir. Noviyanto, Sp.1 bahwa pemeliharaan saluran irigasi adalah sangat penting sehingga dirinya mengharap diberikan waktu pengeringan yang cukup untuk pekerjaan pemeliharaan ini.
Pada sesi diskusi beberapa peserta rapat menyampaikan bahwa awal MT I sebaiknya dimulai lebih cepat karena pengalaman tahun kemarin panen yang berdekatan dengan curah hujan yang tinggi menyebabkan harga padi yang anjlok dan banyaknya hama tanaman. �Sebaiknya MT I dimulai tanggal 1 September sehingga kita panen lebih cepat tidak bersamaan dengan curah hujan yang tinggi di akhir desember, untuk pemberian waktu pemeliharaan saluran bisa dimulai pertengahan Juli karena pada saat ini harusnya semua daerah irigasi sistem Kedungombo sudah tidak perlu banyak air� ujar Kaspono, Ketua Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) Sistem Kedungombo. Sementara itu usul Kaspono ditentang beberapa wakil P3A terutama dari Saluran Irigasi W.3&W.4 Kahono serta dari Saluran Galiran Rosyidi. Mereka beralasan bahwa untuk daerah ini harus tanam dua kali karena daerahnya terendam banjir bulan April kemarin sehingga umur padi sekarang baru sekitar 1 bulan sehingga riskan untuk �ditinggal� air.Menyikapi hal ini Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana Ir. Noviyanto, Sp.1 akan memberikan pada daerah irigasi tersebut kesempatan mendapat aliran air sampai batas waktu 30 Juli 2013
Akhirnya rapat yang cukup alot ini menghasilkan tiga butir kesepakatan yang pertama Awal Musim Tanam I Tahun 2013/2014 di mulai tanggal 1 September 2013, kedua Penutupan Waduk Kedungombo tanggal 15 Juli 2013 toleransi pemberian air 3,00 m3/det insidentil untuk areal irigasi Saluran sekunder W.3 dan W.4 sampai dengan tanggal 30 Juli 2013, dan ketiga Distribusi air dari Waduk Kedungombo dimulai pada tanggal 1 September 2013 jam 06.00 WIB. Hasil kesepakatan ini kemudian dituangkan kedalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani pihak � pihak yang berkepentingan dengan Waduk Kedungombo. (yud/OP)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











