Heading News

03 Mei 2013 08:46

Pemberian Air Irigasi MT II Untuk Daerah Tergenang Banjir Diperpanjang

Kudus- Balai PSDA Serang Lusi Juana memutuskan tetap akan memberikan jatah pemberian air untuk lahan pertanian di areal irigasi sistem Waduk Kedungombo yang tergenang banjir pada bulan Maret � April kemarin. Hal itu disampaikan Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana Ir. Noviyanto, Sp. 1 pada Rapat Pra-PPTPA yang diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2013. Keputusan ini diambil setelah beliau menerima perwakilan 17 Kepala Desa yang wilayah areal persawahannya tergenang banjir. Dengan membawa surat permohonan permintaan pengalokasian air yang ditandatangani 17 Kepala Desa mereka meminta kepada Balai PSDA Serang Lusi Juana untuk tetap memberikan pemberian air pada daerah bekas genangan baniir di wilayahnya.

Seperti diketahui pada bulan Maret � April kemarin curah hujan yang sangat tinggi di kawasan DAS Sungai Lusi dan DAS Sungai Serang mengakibatkan peningkatan debit sungai Serang yang akhirnya mengakibatkan jebolnya beberapa titik tanggul sungai tersebut. Dampak Banjir ini amat dirasakan oleh petani di areal sistem Kedungombo tepatnya di sekitar Saluran Sekunder W.1, W.2, W.3 dan W.4. Untuk areal irigasi disekitar saluran tersebut tercatat 5.153 Ha harus memulai kembali MT. II karena benih padi yang sudah mereka tanam hanyut terkena banjir.

Keputusan ini diambil bukan tanpa resiko karena dengan pengalokasikan air untuk MT II pada areal bekas genangan banjir seluas 5.153 Ha akan mengurangi volume air Waduk Kedungombo yang disiapkan untuk MT I tahun 2013/2014. Balai PSDA Seluna menghitung untuk mencukupi kebutuhan air MT II daerah bekas genangan banjir serta untuk MT III pada daerah irigasi lainnya membutuhkan air 210,24 juta m3. Walaupun pada tanggal 2 Mei 2013 elevasi Waduk Kedungombo masih limpas pada level 90,11 m, namun bila harus mencukupi kebutuhan air sebanyak 210,24 juta m3 untuk sisa MT II & MT III maka diperkirakan Waduk Kedungombo tanpa inflow hanya mampu melayani selama 72 hari dengan release terus menerus 55 m3/det selama 24 jam. Hal ini cukup mengkhawatirkan mengingat untuk kebutuhan air padi minimal 90 hari.

Namun untuk mengurangi dampak sosial dan setelah didiskusikan dengan peserta Rapat Pra-PPTPA yang hadir meliputi dari unsur Dinas Pengairan & Pertanian Kabupaten, BBWS Pemali Juana serta perwakilan P3A keputusan ini akhirnya diambil. �Keputusan ini sebenarnya penuh resiko tapi tetap harus kita ambil, saya harap penggunaan air dilakukan se efesien mungkin sehingga kebutuhan MT I 2013/2014 dapat tercukupi� papar Ir. Noviyanto, Sp.1 pada peserta rapat.

Sementara itu pada Rapat Pra-PPTPA yang diselenggarakan di Balai PSDA Serang Lusi Juana Kudus ini peserta rapat mendesak agar awal MT I tahun 2013/2014 dilaksanakan pada tanggal 1 September 2013. Pimpinan rapat yang meliputi Kepala Balai PSDA Seluna Ir. Noviyanto, Sp.1, Ketua Federasi P3A Sistem Kedungombo Kaspono serta dari BBWS Pemali Juana sebenarnya keberatan dengan usulan peserta rapat mengingat potensi air Waduk Kedungombo untuk MT I 2013/2014 yang hanya 72 hari. Kepala Balai PSDA Seluna menyarankan untuk awal MT I 2013/2014 sebaiknya tetap dilakukan pada tanggal 15 september 2013 seperti tahun lalu. �Mengingat pada bulan November tahun kemarin itu belum hujan, akan lebih aman bila awal MT I 2013/2014 tetap dimulai tanggal 15 September Seperti tahun kemarin� Jelasnya. Ketua FP3A Sistem Kedungombo Kaspono sangat setuju dengan usulan Kepala Balai PSDA Seluna namun apabila harus maju, beliau berpendapat untuk daerah genangan sebaiknya pemberian air untuk MT I 2013/2014 didahulukan. �Untuk njagani kecukupan air sebaiknya memang dimulai tanggal 15 September tapi apabila harus maju seharusnya daerah genangan diutamakan untuk menghindari kemungkinan banjir� jelasnya.

Dengan melewati perdebatan yang cukup lama akhirnya rapat sepakat bahwa rencana awal MT I 2013/2014 dimulai paling lambat tanggal 15 September 2013 dengan tetap melihat kondisi ketersediaan air di Waduk Kedungombo. Selain itu dua kesepakatan lainnya yaitu tutup tanam MT II tahun 2012/2013 tanggal 25 Mei 2013 serta rencana penutupan Waduk Kedungombo tanggal 15 Juli 2013 toleransi pemberian air untuk daerah genangan & bencana banjir sampai dengan tanggal 30 Juli 2013. Hasil kesepakatan yang ditandatangani peserta rapat dan diketahui BPSDA Seluna, PSDA Prov. Jateng & BBWS Pemali Juana ini nantinya akan dirapatkan lagi pada Rapat PPTPA di Bakorwil yang nantinya akan menjadikan kesepakatan final sebagai acuan pelaksanaan Pola Tanam daerah irigasi sistem Waduk Kedungombo tahun 2013/2014.(yud-op)

"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna
Close