Heading News
You are here: Home / Download / Album Kegiatan
Untuk Kebutuhan MCK, KDO Mulai Release Tanggal 23 September 2012
Kudus - Setelah ditutup lebih dari satu bulan, akhirnya Waduk Kedungombo akan mulai merelease air pada tanggal 23 September 2012 mendatang. Namun ada perbedaan penggunaan pada release tahun ini, apabila pada tahun � tahun sebelumnya setiap release langsung digunakan untuk kebutuhan irigasi Masa Tanam I, maka pada tahun ini air release pertama dari Waduk Kedungombo hanya akan digunakan untuk pembasahan Jaringan irigasi dan yang utama untuk mandi, cuci & kakus (mck) masyarakat disekitar aliran Jaringan irigasi sistem Waduk Kedungombo.
Keputusan ini di ambil pada rapat koordinasi Alokasi Air yang diadakan di Balai PSDA Serang Lusi Juana hari Rabu tanggal 12 September 2012 kemarin. Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pengairan dan Dinas pertanian kabupaten di wilayah sistem Kedungombo, Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) sitem Kedungombo, BBWS Pemali Juana, Dinas PSDA Provinsi Jateng, BMKG Jateng dan di pimpin oleh Kepala Balai PSDA Serang Lusi Juana Ir. Noviyanto, SP.1 berjalan cukup alot. Pada sesi dengar pendapat, mayoritas peserta rapat menginginkan agar distribusi Waduk Kedungombo tetap dilaksanakan seperti pada kesepakatan sebelumnya yaitu tanggal 15 September 2012. Seperti diketahui bersama bahwa hasil kesepakatan pada rapat koordinasi Alokasi Air di Bakorwil I Pati tanggal 14 Juni 2012 satu diantaranya adalah distribusi air dari Waduk Kedungombo akan di mulai pada tanggal 15 September 2012. Sebenarnya permintaan peserta rapat bukan tanpa alasan, banyaknya masyarakat disekitar aliran Jaringan irigasi sistem Waduk Kedungombo yang tiap harinya mengandalkan air dari Jaringan irigasi ini mulai kesulitan mendapatkan air untuk MCK. � Saat ini istilah yang populer di Demak yaitu nek ketigo ora iso cewok, nek rendeng ora iso ndodok (kalau musim kemarau tidak bisa cebok, kalau musim kemarau tidak bisa jongkok) dirasakan masyarakat lagi� seru Suratmin Ketua GP3A DI. Klambu Kiri. Pernyataan Suratmin ini memang sangat menggambarkan kondisi yang terjadi saat musim kemarau tahun ini.
Namun keputusan pengunduran jadwal distribusi air Waduk Kedungombo bukan tanpa alasan, berkurangnya volume air di Waduk Kedungombo sudah sangat mengkhawatirkan. � Pada hari ini (12 september 2012) elevasi air berada pada level 85, 43 m dengan volume air sebanyak 536,953 juta m3 dan apabila dikurangi MOL irigasi serta kebutuhan air baku Klambu-Kudu maka Waduk Kedungombo dengan release 55 m3/det selama 24 jam tanpa inflow hanya akan mampu melayani 79 hari� terang Ir. Noviyanto, SP.1. Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Federasi Petani Pemakai Air (FP3A) Waduk Kedungombo H. Kaspono menjelaskan �Baru kali ini awal MT I elevasi Waduk Kedungombo di angka 85-an m, di tahun-tahun sebelumnya biasanya di kisaran minimal 86 m, waktu 79 hari jelas tidak cukup untuk kebutuhan MT I yang minimal 3 bulan�.
Sebelumnya prakiraan BMKG Jateng mengenai datangnya curah hujan juga memperkuat keputusan pengunduran jadwal distribusi air Waduk Kedungombo. �Kami perkirakan di Wilayah DAS Waduk Kedungombo curah hujan normal baru turun antara Oktober 3 � November 1, namun kami juga mengingatkan kemungkinan adanya El Nino lemah yang akan mempengaruhi curah hujan� papar perwakilan BMKG Jateng. Dengan perkiraan curah hujan yang baru datang awal nopember maka diperkirakan inflow ke Waduk Kedungombo baru ada sekitar bulan Desember, sehingga apabila Waduk Kedungombo dipaksakan dibuka lebih awal dikhawatirkan tidak mampu melayani kebutuhan MT 1 sampai bulan Desember 2012 sehingga akan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sebelumnya dengan hasil hitungan dan prakiraan cuaca dari BMKG pihak Balai PSDA Serang Lusi Juana yang berwenang mengatur penggunaan air Waduk Kedungombo mengusulkan bahwa distribusi air di mulai tanggal 1 oktober 2012, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya tercapai kesepakatan dengan peserta rapat bahwa distribusi air dari Waduk Kedungombo dimulai pada tanggal 23 September 2012 tapi dengan catatan bahwa sampai tanggal 1 Oktober 2012 tidak boleh dimanfaatkan untuk irigasi tapi untuk MCK saja. Selain keputusan itu, rapat juga mensepakati bahwa pengambilan air irigasi melalui pompa dapat di mulai tanggal 15 Oktober 2012. �Kami mengharapkan kesepakatan ini dapat ditaati semua pihak, sehingga tidak terjadi masalah dikemudian hari� terang Ir. Noviyanto, Sp.1 setelah selesai membacakan isi dari kesepakatan rapat. Hasil kesepakatan rapat ini kemudian ditanda tangani semua pihak yang berkompeten dan kemudian diserahkan kepada Bakorwil I Pati sebagai bahan laporan kepada Gubernur Jawa tengah. (yud-op)
"Air itu Hidupku, Sungai itu Nadiku, Maritim Adalah Budayaku"
- BPUSDATARU Seluna











